A.
Karkteristik Biologi sebagai ilmu (Sains)
Biologi sebagai sebuah mata
pelajaran memiliki karakteristik berbeda daripada mata pelajaran lain yang
diajarkan di sekolah. Obyek biologi yang berupa makhluk hidup merupakan daya
tarik tersendiri yang dapat menarik perhatian dan minat siswa untuk
mempelajarinya. Kesalahan klasik yang selalu muncul dalam memahami mata
pelajaran ini adalah dianggapnya biologi adalah materi yang harus dihafalkan,
sehingga bagi sebagian siswa menganggap biologi sebagai pelajaran yang
membosankan.
Biologi merupakan ilmu yang mengkaji/mempelajari makhluk hidup dengan segala permasalahannya. Biologi dari sains yang memiliki karakteristik yang sama dengan sains lainnya. Teknologi menentukan perkembangan ilmu biologi. Sebagai sains, biologi lahir dan berkembang melalui pengataman dan eksperimen yang merupakan langkah-langkah dalam kerja ilmiah. Perkembangan biologi dapat dilihat dari banyaknya objek yang diamati serta semakin banyaknya permasalahan yang perlu dieksperimenkan/diujicobakan. Dari hasil pengamatan yang teliti dan pelaksanaan eksperimen yang semakin mendalam telah diperoleh banyak sekali penemuan pengetahuan tentang biologi, yang pada akhirnya seorang ilmuan tidak sanggup lagi mempelajari secara mendalam seluruh biologi sebagai satu objek studi untuk dikuasai. Seseorang hanya sanggup mendalami sebagian saja objek beserta segala permasalannya.
Biologi bagian dari sains yang
memiliki karakteristik yang sama dengan ilmu sains lainnya. Adapun
karakteristik ilmu pengetahuan alam termasuk biologi (SAINS/IPA) yaitu:
- Obyek kajian berupa benda konkret dan dapat ditangkap indera.
- Dikembangkan berdasarkan pengalaman empiris (pengalaman nyata).
- Memiliki langkah-langkah sistematis yang bersifat baku.
Menggunakan cara berfikir logis,
yang bersifat deduktif artinya berfikir dengan menarik kesimpulan dari hal-hal
yang khusus menjadi ketentuan yang berlaku umum. Bersifatdeduktif artinya
berfikir dengan menarik kesimpulan dari hal-hal yang umum menjadi ketentuan
khusus. Hasilnya bersifat obyektif atau apa adanya, terhindar dari kepentingan
pelaku (subyektif). Hasil berupa hukum-hukum yang berlaku umum, dimanapun
diberlakukan.
B. Ruang Lingkup Biologi
Struktur
keilmuan biologi salah satunya adalah yang didefinisikan oleh Biological
Science Curriculum Study (BSCS) . Secara umum mata pelajaran biologi
ditinjau dari 3 sudut pandang yaitu: Obyek Biologi, Tema Persoalan Biologi, dan
Tingkatan organisasi Kehidupan. Ketiga sudut pandang ini diterapkan secara
bersama-sama sebagai sebuah satu kesatuan (Depdiknas, 2003).
1.
Obyek Biologi
Objek
atau kajian dalam biologi adalah berupa makhluk hidup. Makhluk hidup yang ada
di bumi ini sangatlah luas dan beraneka ragam, sehingga untuk mempermudah dalam
mempelajarinya, para ahli mengelompokkan/mengklasifikasikan menjadi beberapa
kelompok (kingdom/ kerajaan).
Perkembangan
Sistem Klasifikasi Makhluk Hidup.
Semula
para ahli hanya mengelompokkan makhluk hidup menjadi 2 kerajaan, yaitu kerajaan
tumbuhan dan kerajaan hewan. Dasar para ahli mengelompokkan makhluk hidup
menjadi 2 kerajaan adalah :
1.
Kenyataan
bahwa kelompok tumbuhan memiliki dinding sel yang tersusun dari selulosa.
2.
Tumbuhan
memiliki klorofil sehingga dapat membuat makanannya sendiri melalui proses
fotosintesis dan tidak dapat berpindah tempat dan hewan tidak memiliki dinding
sel sementara hewan tidak dapat membuat makanannya sendiri, dan umumnya dapat
berpindah tempat.Namun ada tumbuhan yang tidak dapat membuat
makanannya sendiri, yaitu jamur (fungi). Berarti, tumbuhan berbeda dengan
jamur. Maka para ahli taksonomi kemudian mengelompokkan makhluk hidup menjadi
tiga kelompok, yaitu Plantae (tumbuhan), Fungi (jamur), dan Animalia (hewan).
Setelah
para ahli mengetahui struktur sel (susunan sel) secara pasti, makhluk hidup
dikelompokkan menjadi empat kerajaan, yaitu Prokariot, Fungi, Plantae, dan
Animalia, Pengelompokan ini berdasarkan ada tidaknya membran inti sel. Sel yang
memiliki membran inti disebut sel eukariotik sedangkan sel yang tidak memiliki
membran inti disebut sel prokariotik
Pada tahun 1969 Robert H. Whittaker mengelompokkan makhluk hidup menjadi lima
kingdom, yaitu Monera, Protista, Fungi, Plantae, dan Animalia. Pengelompokan
ini berdasarkan pada susunan sel, cara makhluk hidup memenuhi makanannya, dan
tingkatan makhluk hidup. Makhluk hidup yang dimasukkan dalam kerajaan Monera
memiliki sel prokariotik. Kelompok ini terdiri dari bakteri dan ganggang hijau
biru (Cyanobacteria). Makhluk hidup yang dimasukkan dalam kerajaan Protista
rnemiliki sel eukariotik. Protista memiliki tubuh yang tersusun atas satu sel
atau banyak sel tetapi tidak berdiferensiasi. Protista umumnya memiliki sifat
antara hewan dan tumbuhan. Kelompok ini terdiri dari Protista menyerupai hewan
(Protozoa) dan Protista menyerupai tumbuhan (ganggang), dan Protista menyerupai
jamur. Fungi memiliki sel eukariotik. Fungi tak dapat membuat makanannya
sendiri. Cara makannya bersifat heterotrof, yaitu menyerap zat organik dari
lingkungannya sehingga hidupnya bersifat parasit dan saprofit. Kelompok ini
terdiri dari semua jamur, kecuali jamur lendir (Myxomycota) dan jamur air
(Oomycota). Tumbuhan memiliki sel eukariotik. Tubuhnya terdiri dari banyak sel
yang telah berdiferensiasi membentuk jaringan. Tumbuhan memiliki kloroplas
sehingga dapat membuat makanannya sendiri (bersifat autotrof). Kelompok ini
terdiri dari tumbuhan lumut, tumbuhan paku, tumbuhan berbiji terbuka, dan
tumbuhan berbiji tertutup. Hewan memiliki sel eukariotik. Tubuhnya tersusun
atas banyak sel .yang telah berdiferensiasi membentuk jaringan. Hewan tidak
dapat membuat makanannya sendiri sehingga bersifat heterotrof. Kelompok ini
terdiri dari semua hewan, yaitu hewan tidak bertulang belakang (invertebrata)
dan hewan bertulang belakang (vertebrata).
Ada lagi yang mengelompokkan menjadi enam kingdom (virus, monera, protista,
fungi, plantae, dan animalia), atau (archaebacteria, eubacteria, protista,
fungi, plantae, animalia). Ada juga yang mengelompokkan menjadi tujuh kingdom,
yaitu (virus, archaebacteria, eubacteria, protista, fungi, plantae, animalia).
Berdasarkan
struktur keilmuan menurut BSCS (Biological Science Curricullum Study, Mayer
1980) bahwa ruang lingkup biologi meliputi obyek biologi berupa kingdom
(plantae, animalia, protista, fungi, archebacteria, eubacteria).
Dari
keterangan di atas menunjukkan bahwa terdapat beberapa pandangan jumlah
pengelompokan makhluk hidup, tetapi pada hakekatnya adalah sama, hanya
perbedaan dasar pengelompokan saja.
2.
Tema Persoalan Biologi
Persoalan biologi menurut BSCS
meliputi 9 tema dasar yaitu :
- Biologi (sains) sebagai proses inkuiri.
- Sejarah konsep biologi
- Evolusi
- Keanekaragaman dan keseragaman
- Genetika dan kelangsungan hidup
- Organisme dan lingkungan
- Perilaku (etologi)
- Struktur dan fungsi
- Regulasi (sistem pengaturan)
Sejalan
dengan perkembangan ilmu pengetahuan, obyek dan persoalan biologi terus
berkembang melalui penelitian ilmiah.
Organisme
yang terdiri atas satu sel disebut juga uniseluler dan yang terdiri atas banyak
sel disebut multiseluler. Pada organisme uniseluler segala fungsi
hidupdijalankan oleh sel itu sendiri. Karena fungsi hidup tidak hanya satu,
maka terjadilah suatu sistem yang terdiri
atas subsistem-subsistem.makin banyak subsistem yang menyusun
organisme maka semakin kompleks organisme tersebut.
a. Organisasi Tingkat Molekul dan Sel
Tubuh organisme hidup tersusun atas molekul organik, yaitu molekul yang mengandung atom karbon (C), hidrogen (H), dan aksigen (O). Molekul organik ini ada 4 macam atau golongan yaitu:
Molekul lipid. Molekul ini mengandung sejumlah besar atom karbon, hidrogen, serta oksigen, dan kadang kala ditambah Nitrogen dan Posfor. Di dalam sel terdapat bermacam jenis lipid, diantaranya adalah lemak, fosfolipid dan steroid.
Molekul karbohidrat. Molekul ini mengandung atom karbon, hidrogen dan oksigen. Contoh karbohidrat adalah glukosa. Glukosa ini merupakan sumber energi atau bahan bakar terpenting bagi organisme hidup.
Molekul protein. Molekul ini adalah makro molekul yang polimer (dibangun oleh asam amino sebagai monomernya) dan tidak bercabang. Tersusun dari unsur-unsur karbon (C), hidrogen (H) oksigen (O) dan nitrogen (N), dan kadang-kadang disertai unsur sulfur (S), dan posfor (P). Kira-kira 50% dari berat kering organisme hidup adalah protein. Protein dalam organisme hidup ini ada yang berperan sebagai enzim, sebagai sumber energi misalnya untuk pergerakan otot, ada yang bertanggung jawab atas pengangkutan materi melalui peredaran darah misalnya hemoglobin dan zat anti bodi, ada pula yang berperan sebagai persediaan makanan misalnya ovalbumin pada putih telur dan kasein pada susu. Protein juga merupakan bahan untuk perbaikan, pertumbuhan dan pemeliharaan struktur sel dari organ tubuh. Terdapat 20 macam asam amino yang membentuk berbagai macam protein dalam tubuh organisme hidup.
Molekul asam nukleat. Molekul ini merupakan satu-satunya molekul yang membawa informasi genetik organisme hidup. Terdapat 2 golongan besar asam nukleat yaitu asam deoksiribonukleat (DNA) dan asam ribonukleat (RNA).
Pada organisme hidup, atom-atom berikatan membentuk molekul. Molekul-molekul ini tersusun ke dalam sistem interaksi yang kompleks yang kemudian membentuk sebuah sel. Dengan kata lain, molekul-molekul organik tersebut bergabung membentuk organel-organel sel, kemudian berbagai organel tersebut saling berinteraksi membentuk satu kesatuan terkecil dari makhluk hidup/organisme yang disebut Sel.
Dari
uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa sebuah sel dibangun oleh
komponen-komponen berikut: air, ion-ion anorganik, makromolekul (protein,
lipid, asam nukleat, dan karbohidrat/polisakarida), dan mikromolekul (asam
amino, asam lemak, nukleotida, dan glukosa).
Sel sebagai unit fungsional dan unit struktural terkecil pada organisme
multiseluler akan selalu memperlihatkan ciri-ciri hidup, diantaranya adalah:
- Mampu bereproduksi atau menghasilkan keturunan melalui pembelahan diri secara mitosis atau meiosis.
- Mampu memperoleh atau menghasilkan energi untuk kehidupannya melalui serangkaian proses respirasi sel di dalam mitokondria, energi ini berbentuk adenosin triphosphat (ATP).
- Mampu memberikan respons/tanggapan terhadap stimulus/rangsang.
- Mampu melakukan pencernaan intra seluler (digestive) dan pengeluaran (ekskresi) melalui serangkaian proses.
- Mampu bertumbuh dan berkembang bahkan berdiferensiasi. Sel-sel anak hasil pembelahan sel (mitosis) akan tumbuh hingga mencapai ukuran tertentu, kemudian mulai berkembang, berdiferensiasi atau berspesialisasi (berubah bentuk menurut fungsi-fungsi tertentu). Sebagai contoh; di dalam tubuh manusia terdapat bermacam-macam sel yang berdiferensiasi menyusun suatu jaringan.
b. Organisasi Kehidupan Tingkat
Jaringan dan Organ, Sistem Organ
Organisasi
kehidupan tingkat ini tidak dimiliki oleh organisme uniseluler, tetapi hanya
dimiliki oleh organisme multiseluler. Karena seluruh aktivitas hidup pada
organisme uniseluler dilaksanakan oleh sel itu sendiri. Sedangkan pada
organisme multiseluler aktivitas hidup dilaksanakan oleh banyak sel yang
terorganisasi atau teratur dan saling berhubungan dengan baik hingga menjadi
satu kesatuan fungsi membentuk satu tubuh individu. Organisasi kehidupan
setelah tingkat molekul dan sel adalah tingkat jaringan dan organ. Apakah yang
dimaksud dengan jaringan dan organ?
Jaringan
adalah kumpulan sel-sel yang bentuknya sama untuk melaksanakan suatu fungsi
tertentu. Sedangkan Organ adalah kumpulan beberapa jaringan yang mampu
melaksanakan satu fungsi tertentu. Pada dunia hewan tingkat tinggi dan manusia
terdapat 5 macam jaringan dasar penyusun tubuhnya. Kelima jaringan tersebut
adalah jaringan: epitelium, otot, ikat, tulang dan saraf. Sedangkan pada dunia
tumbuhan terdapat 7 macam jaringan dasar penyusun tubuh. Ketujuh jaringan dasar
tersebut adalah jaringan: epidermis, parenkima, kolenkima, sklerenkima,
endodermis, xilem dan floem.
Contoh
jaringan pada hewan dan manusia adalah jaringan saraf. Jaringan saraf ini
tersusun oleh sel-sel saraf (neuron), yang bertugas menghantarkan impuls. Dan
contoh jaringan pada tumbuhan tingkat tinggi adalah jaringan xilem yang
tersusun oleh sel-sel xilem, yang bertugas membawa air dan garam mineral dari
tanah sampai ke daun.
Organ
pada hewan dan manusia meliputi usus, jantung, paru-paru, hati, lambung, mata,
dan sebagainya. Usus halus tersusun oleh beberapa macam jaringan yang
masing-masing mempunyai fungsi tertentu, yaitu jaringan: epitelium, ikat, otot
polos, dan saraf. Jaringan epitelium berfungsi membungkus villi, mensekresikan
mukus dan mengabsorpsi air serta zat-zat gizi makanan. Jaringan ikat yang dalam
hal ini berupa pembuluh darah bersama dengan epitelium berfungsi mengangkut sari
makanan. Jaringan otot berfungsi untuk melakukan gerak peristaltis dibawah
stimulus saraf otonom. Dan jaringan saraf berfungsi mengorganisir kerja ketiga
jaringan tadi. Struktur kompleks usus halus ini mempunyai satu fungsi yakni
untuk mencerna dan menyerap sari-sari makanan, sehingga membentuk sistem organ
(sistem pencernaan).
c. Organisasi Kehidupan Tingkat Individu, Populasi dan Komunitas
Sistem
organ tersebut saling berinteraksi, saling menunjang atau saling berpengaruh
dan membentuk satu tubuh yang dikenal dengan istilah individu. Apabila terjadi
gangguan pada salah satu sistem organ pada individu maka sistem organ yang lain
juga mengalami gangguan. Oleh karena itu, menjaga keseimbangan fungsi suatu
sistem organ berarti menjaga keselarasan kerja antara sistem organ, dan dapat
menjadikan tubuh tetap sehat. Jadi individu merupakan satu organisme yang
tubuhnya tersusun oleh berbagai sistem organ yang saling berhubungan. Di
lingkungan yang lebih luas, individu diartikan sebagai satuan makhluk hidup tunggal,
misalnya seekor burung, seekor sapi, sebatang pohon kelapa, sebatang tanaman
padi, seorang anak, seorang ibu, dan sebagainya.
Kata
individu berasal dari bahasa Latin, yaitu Individuum yang artinya ‘tidak dapat
dibagi’. Individu tinggal pada suatu tempat (habitat). Di lingkungan habitatnya
individu tentu tidak sendiri. Ia akan hidup bersama dengan individu lain, baik
yang jenisnya sama maupun yang jenisnya berbeda. Individu-individu dikatakan
sejenis atau satu species jika mampu melakukan perkawinan dan menghasilkan
keturunan yang fertile, contohnya ayam betina dan ayam jantan merupakan satu
jenis/species.
Perhatikanlah
contoh berikut; dalam sebidang kebun teh, tumbuhan yang hidup di sana tentu
bukan hanya sebatang tanaman teh, melainkan tentu ada ratusan tanaman teh. Di
sana tentu juga hidup beberapa jenis hewan, misalnya kodok, cacing tanah,
bekicot, ular, ulat, tikus, belalang, capung, dan semut yang jumlahnya lebih
dari satu.
Kumpulan
dari individu sejenis yang secara bersama-sama menempati suatu habitat disebut
populasi. Jadi, seluruh tanaman teh pada sebidang kebun tersebut merupakan
populasi tanaman teh, seluruh cacing tanah pada sepetak kebun tersebut
merupakan populasi cacing tanah, dan seterusnya. Sedangkan kumpulan populasi
yang tinggal bersama pada suatu areal tertentu, dimana terjadi suatu bentuk
hubungan atau interaksi, baik antara individu sejenis (intraspecies) maupun
antara jenis yang berbeda (antarspecies) disebut komunitas. Contoh : Sepetak
sawah, sebuah kolam ikan, sebidang kebun, dan sebagainya.
Keadaan populasi di dalam suatu komunitas selalu berubah-ubah atau bersifat dinamis. Dinamika populasi ini dipengaruhi oleh 3 faktor yaitu kelahiran, kematian, dan perpindahan. Sesungguhnya banyak persoalan yang dapat dipelajari dari tingkatan populasi hingga komunitas ini.
d. Organisasi Kehidupan Tingkat Ekosistem, Bioma, dan Biosfer
Ekosistem
adalah tingkatan organisasi kehidupan yang mencakup organisme dan lingkungan
tak hidup, dimana kedua komponen tersebut saling mempengaruhi dan berinteraksi.
Pada ekosistem, setiap organisme mempunyai suatu peranan, ada yang berperan
sebagai produsen, konsumen, dekomposer maupun detritivor. Produsen terdiri dari
organisme-organisme berklorofil (autotrof) yang mampu memproduksi zat-zat
organik dari zat-zat anorganik (melalui fotosintesis). Zat-zat organik ini
kemudian dimanfaatkan oleh organisme-organisme heterotrof (manusia dan hewan)
yang berperan sebagai konsumen. Sebagai konsumen, hewan ada yang memakan
produsen secara langsung, tetapi ada pula yang mendapat makanan secara tidak
langsung dari produsen dengan memakan konsumen lainnya. Karenanya konsumen
dibedakan menjadi beberapa macam yaitu konsumen I, konsumen II, dan seterusnya
hingga konsumen puncak. Konsumen II, III, dan seterusnya tidak memakan produsen
secara langsung tetapi tetap tergantung pada produsen, karena sumber makanan
konsumen I adalah produsen. Peranan makan dan dimakan di dalam ekosistem akan
membentuk rantai makanan bahkan jaring-jaring makanan. Perhatikan contoh sebuah
rantai makanan ini : daun berwarna hijau (Produsen) ―→ ulat (Konsumen I) ―→ayam
(Konsumen II) ―→ musang (Konsumen III) ―→ macan (Konsumen IV/Puncak).
Dalam
ekosistem rantai makanan jarang berlangsung dalam urutan linier seperti di
atas, tetapi membentuk jaring-jaring makanan (food web).
Peran
dekomposer ditempati oleh organisme yang bersifat saprofit, yaitu bakteri
pengurai dan jamur saproba. Keberadaan dekomposer sangat penting dalam
ekosistem. Oleh dekomposer, hewan atau tumbuhan yang mati akan diuraikan dan
dikembalikan ke tanah menjadi unsur hara (zat anorganik) yang penting bagi
pertumbuhan tumbuhan. Aktivitas pengurai juga menghasilkan gas karbondioksida
yang penting bagi fotosintesis. Detritivor merupakan organisme yang memakan
detritus (hancuran organisme mati).
Pada
hakikatnya dalam organisasi kehidupan tingkat ekosistem terjadi proses-proses
sirkulasi materi, transformasi, akumulasi energi, dan akumulasi materi melalui
organisme. Ekosistem juga merupakan suatu sistem yang terbuka dan dinamis.
Keluar masuknya energi dan materi bertujuan mempertahankan organisasinya serta
mempertahankan fungsinya. Zat-zat anorganik dalam suatu ekosistem tetap konstan
atau seimbang, karena unsur-unsur kimia esensial pembentuk protoplasma beredar
dalam biosfer melalui siklus biogeokimiawi. Contoh siklus biogeokimiawi adalah
siklus carbon, siklus oksigen, siklus nitrogen, siklus fosfor, dan siklus
sulfur. Maka dari itulah keseimbangan dalam ekosistem sangat penting untuk
selalu terjaga.
Namun keseimbangan ekosistem dapat terganggu jika komponen-komponen penyusunnya
rusak atau bahkan hilang. Apakah yang menjadi penyebab rusaknya keseimbangan
ekosistem? selain karena bencana alam, ekosistem dapat rusak akibat perbuatan
manusia. Contoh kerusakan ekosistem akibat bencana alam adalah letusan gunung
berapi, dimana lahar panasnya dapat mematikan organisme (hewan dan tumbuhan)
dan mikroorganisme yang dilaluinya. Contoh kerusakan ekosistem karena perbuatan
manusia adalah penggundulan hutan, serta pencemaran air, tanah dan udara.
Anda
telah ketahui bahwa antara faktor abiotik dengan faktor biotik dalam ekosistem
dapat saling mempengaruhi. Namun ada faktor abiotik yang tidak dapat
dipengaruhi oleh faktor biotik. Faktor abiotik ini berada pada lingkup yang
lebih luas, bahkan sangat menentukan jenis biotik baik tumbuhan ataupun hewan
yang mampu hidup di dalamnya. Faktor abiotik tersebut adalah iklim regional
atau iklim suatu tempat di permukaan bumi, yang dapat menentukan jenis Bioma.
Tahukah Anda apakah Bioma itu?
Istilah
Bioma berhubungan dengan kumpulan species (terutama tumbuhan) yang dapat hidup
di tempat tertentu di muka bumi, tergantung pada iklim regionalnya. Jadi Bioma
adalah kumpulan species (terutama tumbuhan) yang mendiami tempat tertentu di
bumi yang dicirikan oleh vegetasi tertentu yang dominan dan langsung terlihat
jelas di tempat tersebut. Oleh karena itu biasanya Bioma diberi nama
berdasarkan tumbuhan yang dominan di daerah tersebut. Di permukaan bumi ini
terdapat 7 macam bioma, yaitu: tundra, taiga (targe), gurun (padang pasir),
padang rumput, savana, hutan hujan tropis, dan hutan decidous.
Jenis
Bioma, Ciri dan Karakteistik
Tundra
Terdapat
di daerah kutub, tumbuhan dominannya adalah lumut kerak (Lichenes),
lumut Sphagnum, rumput dan tumbuhan pendek lainnya yang biasanya
hanya berumur 4 bulan. Hewan yang hidup di bioma ini adalah rusa, serigala dan
beruang kutub. Taiga Bioma ini disebut pula bioma dengan hutan berawa atau
hutan boreal. Tumbuhan dominannya adalah konifer atau tumbuhan berdaun jarum
(pinus). Hewan yang hidup di sini adalah ajax, beruang hitam, dan serigala.
Bioma Padang
pasir atau Gurun
Terdapat
di daerah kering dengan curah hujan sedikit. Tumbuh-tumbuhan yang tumbuh adalah
tumbuhan yang teradaptasi dengan keadaan kering, misalnya tubuhnya ditutupi
oleh kutikula yang tebal dan akar yang panjang. Juga tumbuhan sukulen atau
kaktus, yang menyimpan banyak air pada batangnya dan daunnya menyempit menjadi
duri. Hewan yang hidup pada bioma ini adalah unta, tikus,ular, kadal,
kalajengking, dan semut
Bioma Padang
Rumput
Pada
bioma ini terdapat cukup curah hujan, tetapi tidak cukup untuk menumbuhkan
hutan. Tumbuhan dominannya adalah rumput, sedangkan pohon dan semak terdapat di
sepanjang sungai di daerah tersebut. Macam padang rumput adalah prairi rumput
pendek, prairi rumput tinggi dan padang rumput tropis. Prairi adalah padang
rumput yang luas tanpa pohon.
Bioma Savana
Savanna
merupakan padang rumput yang diselingi dengan sebaran pohon yang tumbuh jarang.
Hewan yang hidup pada bioma padang rumput dan savana adalah bison, gajah,
jerapah, zebra, domba, biri-biri, harimau, cheetah, serigala dan ular.
Bioma Hutan
Hujan Tropis (hutan basah)
Terdapat
di daerah tropis yang banyak turun hujan. Vegetasinya tumbuh sangat rapat.
Jenis tumbuhan pada bioma ini sangat beraneka ragam/heterogen, mulai dari
tumbuhan pendek yang hidup di dasar hutan hingga tumbuhan yang berukuran
tinggi. Juga ada tumbuhan epifit (tumbuhan yang tumbuh pada pohon yang
mempunyai naungan/kanopi, seperti anggrek) dan liana (tumbuhan yang memanjat
pada tumbuhan lain, seperti rotan). Hewan-hewan yang hidup pada hutan ini
antara lain monyet, macan kumbang, harimau, tapir, gajah, dan bermacam-macam
burung
Hutan decidous
(Hutan Gugur)
Terdapat
di daerah yang memilki 4 musim (musim semi, panas, gugur dan dingin). Tumbuhan
yang dominan adalah tumbuhan berdaun lebar, seperti pohon oak, elm, maple dan
beech. Pohon-pohon di hutan ini menghijau pada musim panas, dan menggugurkan
daunnya pada musim gugur, dan pada musim dingin daunnya ‘habis’. Memasuki musim
semi pohon-pohon tersebut mulai menumbuhkan daunnya.
Selanjutnya
interaksi antar bioma di permukaan bumi membentuk lapisan makhluk hidup di bumi
yang disebut Biosfer. Seluruh bioma di permukaan bumi ini pada hakikatnya
terdiri atas produsen, konsumen dan dekomposer, dimana di dalamnya terjadi
aliran materi dan energi yang selalu dimulai dari tumbuhan hijau.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar